Blog

PELAMPUNG DI BAWAH KURSI ANDA

Review Pameran

Pameran ini berlangsung pada 14 Oktober – 6 November 2016, pameran yang diselenggarakan di Selasar Sunaryo art space ini di kuratori oleh Agung Hukatnikajenong dan Tony Godfrey. Pameran ini diikuti oleh beberapa seniman dari Filipinan antara lain Jonathan Ching, Mariano Ching, Lena Cobangbang, Louei Cordero, Christina Dy, Paulo Icasas, Geraldine Javier, Kitty Kaburo, Keiye Miranda, Paul Mondok, Michael J. Munoz, Yasmin Sison, Wire Tuzon, Ling Quisumbing dan Mac Valdezco. Pameran ini merupakan pameran dari sebuah ruang pamer alternatif di Filipina yang bernama Surrounded by Water (SBW). Surronded by Water yang didirikan pada tahun 1998 oleh seniman dengan nama Wire Tuazon dan sejumlah mahasiswa departemen seni rupa di Universtiy of Philipines di Manila. Saat itu Surrounded by Water merupakan sebuah ruang inisiatif yang alternatif dimana saat itu mendorong banyak rekan-rekan yang melakukan ekperimentasi pada generasi baru pelukis di Filipina. Surrounded by Water menjadi sebuah ruang alternatif, yang mana saat itu kondisi di Manila masih sedikit galeri memamerkan karya-karya seni konvensional. Kemudian beberapa dari seniman-seniman yang pernah berpameran di Surrounded by Water sukses meniti karir secara perorangan. Kemudian Surrounded by Water secara resmi ditutup pada tahn 2003 dan beberapa seniman-senimannya masih terus bertemu secara berkala dan berpameran bersama-sama hingga sekarang.

Pada pameran yang berjudul Pelampung di Bawah Kursi Anda memamerkan 10 seniman Surrounded by Water dan mengundang 5 seniman yang belum pernah berpameran di Surrounded by Water atau hanya sekilas mengetahui Surrounded by Water. Pameran ini didominasi dengan karya lukisan, beberapa instalasi serta video. Dalam pengantar pameran, diceritakan salah satunya adalah pameran ini mencerminkan semangat kolektif DIY (do-it-yourself) satu generasi seniman di Filipina saat itu yang tidak bergantung pada infrastruktur seni yang ada di Filipina.

Dalam wawancara dengan salah satu kurator dalam pameran ini, Agung Hukatnikajenong mengatakan bahwa pameran ini secara keseluruhan memang pada dasarnya tidak memiliki benang merah antara karya satusama lain, dan tidak ada satu gaya khusus yang sama dalam Surrounded by Water, yang mempersatukan mereka adalah ruang (Surrounded by Water) tersebut. Pameran ini menjadi satu titik kembalinya Surrounded by Water walau tidak secara fisik mereka berkumpul kembali, tetapi dalam ruang pamer yang dibentuk di Bandung. Beberapa karya dikerjakan di Bandung, Yogyakarta dan Manila.

Gambar 1 Karya Louie Cordero Cochin Moon (Dokumentasi Pribadi)

Pada karya Louie Cordero yang berjudul Cochin Moon menggambarkan sesosok mahluk dengan tangan kanan menunjukan tangan 2 dan satu tangan lagi memegang dunia. Agung Hujatnikajenong mengatakan bahwa visual yang ditampilkan mengikuti gaya kendaraan Jimnie merupakan transportasi umum di Manila. Pada karya ini Louie Cordero mencoba menghadirkan kesan visual dari transportasi dan keadaan yang ada di Manila. Walau masih belum terlalu mewakili dari maksud yang dituju.

Pada karya berikut, karya dari Jonanthan Ching dengan judul Stripesi menggambarkan sebuah terpal yang membungkus sesuatu, karya ini menggunakan beberapa frame yang tidak sejajar. Karya ini menggunakan cat minyak diatas kanvas, menurut Agung Hujatnikajenong karya ini menggambarkan terpal yang biasa digunakan oleh seniman di Manila sebagai pengganti kanvas.

Gambar 2 Jonathan Ching Stripes (Dokumentasi Pribadi)

Pada kaitannya judul pameran ini, menurut Agung Hujatnikajenong adalah, munculnya penerbangan murah yang menimbulkan interaksi seniman antar negara, khususnya wilayah Asia Tenggara. Dengan kemunculan tarif penerbangan murah sangat mendukung koneksi dan mengembangkan relasi antar seniman dan membantu perkembangan medan seni rupa di Indonesia dan Asia Tenggara lebih luas lagi. Yang kedua, Pelampung di bawah Kursi Anda merupakan, kemunculan sebuah istilah ketika penumpang penerbangan merasakan dalam keadaan darurat dan pelampung sebagai objek penyelamat saat kondisi kritis tersebut.

Selanjutnya karya yang di hasilkan oleh Mariano Ching yang berjudul Drfiting into Ship. Karya instalasi ini memperlihatkan bentuk badan pesawat yang terpotong-potong seperti sebuah daging. Pada karya ini memperlihatkan kemiripan dari sebuah daging, dengan menggunakan material yang penulis duga adalah lilin. Karya ini memberikan kesan bahwa sebuah pesawat yang di bongkar atau di autopsi bagian per bagian lalu dipamerkan dan terlihat seperti diawetkan.

Secara artistik pameran ini cukup menarik, Pengunjung dapat melihat perkembangan seni rupa khususnya seni lukis yang di presentasikan oleh sebuah ruang alternatif yang dengan nama Surrounded by Water di Manila. Walau tidak menjadikan representasi dari perkembangan medan seni rupa kontemporer di Manila. Selain itu, pameran tidak secara gamblang menjelaskan korelasi antara eksistensi dan perkembangan hadirnya Surrounded by Water di medan seni rupa kontemporer di Manila secara khusus dan secara umum di Filipina.

Secara wacana pameran ini juga belum menunjukan titik dimana, aspek sosial yang diberikan oleh Surrounded by Water kepada perkembangan seni rupa di Manila, selain itu beberapa karya yang dipamerkan masih belum menjelaskan hal tersebut. Karena sesuatu yang menarik dari Surrounded by Water yang dijelaskan dalam pengantar pameran adalah semangat kolektif yang di hasilkan oleh lembaga tersebut, terkesan sangat naif ketidak konteks tersebut tidak dipresentasikan secara artistik. Posisi penting dari sebuah ruang pamer alternatif yang layak di hadirkan ke publik, khususnya ketika hal tersebut dipresentasikan di negara lain. Terjalinnya interaktifitas yang dibuahkan oleh penerbangan murah dan tinggi peran internet yang mendorong intesifikasi koneksi antara pelaku seni yang dirasa menjadi penting untuk dihadirkan, Karena dalam pengantar pameran ini, hal tersebut disinggung secara lugas.