ANALISIS SEMIOTIKA POSTER PROPAGANDA VIETNAM UTARA DALAM PERANG VIETNAM

ABSTRAK
Poster propaganda merupakan sebuah penyampaian ide kepada publik yang lebih luas untuk memberikan efek tertentu bagi publiknya. Pada perang Vietnam yang pecah pada tahun 1954, otoritas Vietnam utara khususnya banyak membuat poster-poster propaganda untuk membangkitkan semangat perlawanan kepada Sekutu. Pada analisis ini menggunakan teori C.S. Peircesebagai pendekatan analisis semiotika untuk membedah salah satu poster propaganda Vietnam. Bahwa pada akhirnya posterpropaganda ini memberikan informasi dan semangat kepada rakyat Vietnam untuk melawan serangan-serangan dari Amerika  Serikat.
  1. PENDAHULUAN

Vietnam merupakan salah satu negara di Asia Tenggara. Setelah berhasil mengusir Prancis di tahun 1945, pada tahun 1954 hingga 1975 terjadi perang antara Vietnam Utara yang di bantu oleh Uni Soviet dan China dengan Viertnam Selatan yang di bantu oleh Sekutu, Perang tersebut merupakan bagian dari Perang Dingin yang mempertemukan 2 kubu ideologi besar Komunis dan Liberal.

Selama terjadinya perang tersebut, Para seniman di Vietnam membuat poster-poster propaganda yang dihasilkan untuk membangun kekuatan. Dalam sejarah yang tercatat, saat perang melawan Prancis pecah di tahun 1946, Indochinnese School of Art ditutup dan para profesor dan muridnya pergi mengikuti Ho Chi Minh masuk kedalam hutan untuk berlindung. Disana mereka memulai untuk membuat propaganda seperti poster, ilustrasi leaflet, koran hingga billboard, Setelah kondisi damai terjadi, Indochinnese School of Art kembali dibuka dengan mengundang beberapa profesor dari Soviet dan dengan rutin mengirimkan murid-murid mereka ke Soviet dalam program pertukaran (Artbook 2013). Hal tersebut yang menguatkan karakter visual pada poster-poster propaganda Vietnam bergaya ala Soviet.

Propaganda merupakan penyebaran ide kepada populasi yang besar. Progandan sendiri muncul sebagai istilah netral tanpa adanya konotasi negatif di dalamnya. Pada abad 17, Gereja Katolik Roma membuat proganda untuk membawa banyak jemaah masuk ke Gereja. (Lester 2003). Pada Perang Dunia I, Poster propaganda digunakan untuk membangkitkan patriotisme, menyebar kebencian terhadap musuh, pengorbanan dan upaya untuk menyentuh setiap aspek dalam perang berlangsung (Lapides 2011). Poster merupakan salah satu media untuk melakukan propanganda. Dalam hal ini poster propanda yang di lakukan otoritas Vietnam untuk tujuan membakar semangat dan patriotisme rakyatnya untuk menghadapi musuh.

Semiotika merupakan suatu ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda (Sobur 2004). Semiotika dikenal dengan beberapa istilah, yaitu semotika dan semiologi, yang mana semuanya bidang studi yang mempelajari makna atau arti dari suatu tanda atau lambang (Sobur 2004). Dalam perkembangannya semiotika dibagi menjadi 2, semiotika struktural dan semiotika komunikasi.

Dalam analisis ini penulis memilih poster propaganda yang digunakan Vietnam Utara dalam pertempuran menghadapi Amerika Serikat (Sekutu). Pemilihan didasari karena ketertarikan penulis terhadap hal-hal yang berbau militer, sejarah dan perang. Gaya visual dalam poster progandan Vietnam juga menjadi daya tarik tersendiri, dengan karakter visual sama dengan karakter visual Uni Soviet.

2. PENDEKATAN TEORI

Semiotika merupakan suatu ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda (Sobur 2004). Semiotika dikenal dengan beberapa istilah, yaitu semotika dan semiologi, yang mana semuanya bidang studi yang mempelajari makna atau arti dari suatu tanda atau lambang (Sobur 2004). Dalam perkembangannya semiotika dibagi menjadi 2, semiotika struktural dan semiotika komunikasi.

Pada bagian penulis akan menjelaskan teori yang digunakan dalam analisis ini. Penulis menggunakan pendekatan semiotika komunikasi oleh Charles Sanders Peirce, yang mana berlandaskan pada filsafat. Dalam teori Peirce menjelaskan hubungan triadik antara representament (sign), interpretant dan object, Yang mana suatu tanda bukan suatu entitas yang sendirian namun memiliki ketiga aspek tersebut (Sobur 2004).

Pendekatan teori semiotika komunikasi Peirce dipilih penulis karena teori ini menurut penulis tergantung pada penafsirnya, karena dalam teori ini terdapat beberapa pilihan arti dari sebuah tanda, dan hal tersebut membuat kemungkinan multi tafsir, karena didasari dengan beberapa penggalaman dari sang penafsirnya itu sendiri.

2.1 Teori dan Prinsip

Berdasarkan teori Peirce masing-masing hubungan triadik dibagi menjadi beberapa turunan. Kali ini penulis menggunakan prinsip-prinsip tanda pada teori Peirce yaitu berdasarkan representament adalah qualisign, sinsign, legisign, berdasarkan objeknya adalah indeks, symbol dan icon serta berdasarkan interpretant yaitu rheme, dicent sign dan argument.

3. ANALISIS

Penulis memilih salah satu poster propagandan yang di gunakan oleh Vietnam Utara, secara khusus poster ini digunakan oleh Vietnam Utara sebagai perlawanan terhadap Amerika Serikat. Yang dimana pada saat itu, Amerika Serikat mengirimkan pasukan udara-nya ke daerah Vietnam Utara.

Gambar 1 Salah satu poster propaganda Vietnam. Sumber : Buku Vietnam Posters & Billboards

Pada saat itu, salah satu propaganda yang dihasilkan adalah menyerang tenaga kekuatan udara Amerika Serikat, Otoritas mengerahkan pria dan wanita untuk terus melawan

. 

4. KESIMPULAN

Berdasarkan analisis di atas dapat disimpulkan bahwa :

  1. Poster Proganda Vietnam tersebut untuk membangkitkan semangat perlawanan rakyat Vietnam untuk melawan serangan-serangan dari Amerika Serikat.
  2. Poster propanda tersebut juga sebagai informasi untuk rakyat Vietnam bahwa banyak pesawat-pesawat Amerika Serikat bisa jatuh dengan serangan dari pasukan Vietnam dengan senjata seadanya.

5. DAFTAR PUSTAKA

Artbook. Vietnam Posters and             Billboards. Hanoi: Artbook,             2013.

Lapides, Jim. Juni 28, 2011.             http://www.artfixdaily.com/artwire/r            elease/5237-the-history-of-the-l            ithographic-propaganda-poster             (accessed Desember 16, 2016).

Lester, Paul Martin. Visual             Communication.             Belmont:             Wadsworth, 2003.

Sobur, Alex. Semiotika Komunikasi.             Bandung: PT Remaja             Rosdakarya, 2004.

Piliang, Yasraf Amir. Semiotika dan             Hipersemiotika. Bandung:             Matahari, 2010.